May 26, 2022

Yogyakarta, Kabar Jogja – Untuk mengurangi kasus stunting di Kota Yogya Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Satgas Sigrak) Kemantren Jetis rutin melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). 

Ketua Satgas Sigrak Kemantren Jetis, Suhartini mengatakan pemantauan gizi pada balita adalah tanggungjawab semua pihak. 

“Aksi ini merupakan pengoptimalan dari program posyandu yang telah ada sebelumnya, dengan menggunakan posyandu dapat mengontrol kesehatan anak,” katanya saat melakukan pemantauan gizi balita di RW 07 Gowongan, Kemantren Jetis, Kamis (24/2/2022).

Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, aksinya ini dilakukan secara jemput bola, mereka akan menyambangi rumah-rumah warga yang memiliki anak dan balita untuk melakukan pemeriksaan selama satu bulan sekali.

“Petugas nanti datang ke rumah-rumah melakukan pengecekan seperti berat badan anak, tinggi badan, dan kami memberikan makanan tamabahan untuk memastikan gizi anak tercukupi,” katanya.

Pada bulan Februari ini selain melakukan pemantauan, juga dilakukan pemberian vitamin A pada balita usia 6 hingga 60 bulan. 

“Pada aksinya ini kami juga dibantu oleh para kader Posyandu. Alhamdulillah warga juga menyambut baik,” bebernya. 

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Jetis, Rini Rahmawati menyambut baik aksi Satgas Sigrak tersebut menurutnya posyandu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. 

“Kekuatan utama Posyandu berada pada deteksi awal dan kader di lapangan. Deteksi awal itu terkait dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi seiring berjalannya usia, sehingga jika ditemukan masalah atau abnormalitas pertumbuhan dapat terdeteksi di posyandu,” katanya. 

Selain itu, lanjutnya, Posyandu bisa menjangkau masyarakat secara langsung. Dengan program yang ada di posyandu para ibu juga dilatih dan diberdayakan untuk selalu memperhatikan kesehatan anak dan keluarganya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published.