September 28, 2022

Kabar Jogja – Organisasi Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Kabupaten Batang bersama warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah menggelar sedekah bumi pada Minggu (20/3). Kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan kearifan lokal dalam merajut kerukunan sesama.

Kegiatan tersebut dihadiri dari beragam latar belakang mulai dari akademisi, pengusaha, petani hingga buruh yang merupakan masyarakat lintas keyakinan dan agama, berbaur untuk merayakan keberagaman mereka. 

Ketua Panitia Sedekah Bumi, Khusniyati mengungkapkan kegiatan sedekah bumi ini bertemakan wawasan kebangsaan yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan seperti pertunjukkan Barongsai, penampilan Tari Gamyong, Fashion Show Kebaya Karya Yunius Mujianto, Pencak Silat Pagar Nusa hingga Tari Jatilan Kuda Lumping. 

“Sejak pagi, berbagai persiapan dan uba rampe untuk kegiatan telah dikumpulkan untuk diarak. Sedekah bumi dimulai dengan arak arakan berbagai hasil bumi.  Arak-arakan sedekah bumi memiliki makna sebagai bentuk syukur masyarakat atas kelimpahan hasil bumi, kerukunan dan persatuan sebagai warga negara,” jata Khusniyati. 

Dalam dialog kebangsaan bertema Wawasan Kebangsaan “Negeri Budaya Bilad Kulture” yang menghadirkan pembicara yakni Dr. KH. Sam’ani Sya’roni, M.Ag, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jateng, H. Bambang Bintoro, S.E, Dewan Pendiri Petanesia, Dr. H. Agung Wisnu, B.,S.Sos., MM Kepala Badan Kesbangpol Batang, dan Moderator Dr. H. Agung Wisnu B., S.Sos.,MM

Dalam dialog, Kepala Kesbangpol Batang,  Dr. H. Agus Wisnu Barata, S.Sos. MM menyampaikan materi terkait Konstitusionalisme dan Negara Hukum. 

“Harapannya warga negara memahami konsep bernegara dan penguatan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Sedangkan Dewan Pendiri Petanesia, H. Bambang Bintoro, S.E yang menyampaikan materi “Aktualisasi Cinta NKRI” menyoroti tentang menumbuhkembangkan cinta kepada negara melalui Petanesia yang aktif melaksanakan giat kebangsaan. 

“Bangsa Indonesia memiliki kekuatan bersama, yakni Keberagaman, jadi tugas kita bersama adalah merajut perbedaan, merajut kebhinekaan dalam bingkai NKRI, melalui Petanesia kita bekerja bersama sama,” ungkapnya. 

Ketua Lembaga NU Jateng, Dr. KH. Sam’ani Sya’roni, M. Ag. dengan materi “Kebangsaan dan Nasionalisme dalam perspektif Islam” menyampaikan bahwa kita jangan pernah membandingkan agama dan pancasila. 

“Pancasila hasil kesepakatan para pendahulu bangsa, dan kita generasi penerus harus mengamalkannya,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Batang Agung Wisnu Barata menapresiasi kegiatan tersebut bisa berlangsung. 

“Dengan adanya kegiatan ini menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi kita dalam upaya melestarikan untuk mengembangkan nilai budaya agar membantu tumbuh dan berkembang,” tuturnya. (Ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published.