June 25, 2022

Pj Bupati Bogor Ivan Setiawan mengaku Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk pengembangan bahan baku kopi, khususnya jenis Robusta. Saat ini terdapat sekitar 6.089 hektar kebun kopi Robusta masyarakat yang dikelola oleh 28.935 petani dan mampu menghasilkan 4.150 ton biji kopi pada tahun 2021.

Dari ribuan hektar perkebunan kopi tersebut, sebagian besar berada di kecamatan Sukamakmur. Pemerintah Kabupaten Bogor sedang berusaha mempromosikan daerah tersebut sebagai sentra kopi di Bumi Kesetiaan.

Sukamakmur akan menjadi pusat kopi. Bisa jadi destinasi wisata alam sekaligus destinasi wisata kopi dan pasar kopi Kabupaten Bogor,” kata Iwan saat panen perdana di Desa Sukamulya, Sukamakmur, Selasa (31/5).

Rasa yang unik

Iwan sangat percaya diri karena kopi yang akan dihasilkan oleh perkebunan di Kabupaten Bogor, khususnya Sukamakmur, memiliki cita rasa yang khas dan pernah meraih medali perunggu untuk produk Avpa Gourmet pada Unlucky Paris Exhibition di Prancis.

Dia mencatat bahwa peran generasi muda dalam dunia penanaman kopi AKAN terlibat. Kaum muda dianggap mampu mentransisikan teknologi ke produksi dan pemasaran kopi.

“Dan semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi sehingga semakin percaya diri dan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani Iwan, swigrkt Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengatakan berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Bogor menyumbang 40 persen dari seluruh produksi kopi Robusta di Jawa Barat.

Sentra produksi kopi robusta di Kabupaten Bogor antara lain Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu, Babakan Madang, Pamijahan dan Megamending. Hari ini, panen pertama kopi Robusta dibuat dari biji yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 2019,” jelas Siti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.