May 26, 2022

Kasus pengendara sepeda motor besar atau pengendara sepeda motor yang memukul seorang pria berinisial GEP, 26 tahun, dengan senjata api di Tangerang kini telah berakhir dengan damai.

Polisi mempertemukan keduanya dan sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara damai.

Direktur Cipta Karya Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, mediasi dilakukan pada Rabu malam, 4 Mei 2022.

Pelapor dan terlapor telah menyelesaikan masalah tersebut melalui musyawarah bersama dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” kata Zulpan saat dihubungi, Kamis, 5 Mei 2022.

Zulpan mengatakan pengendara sepeda motor itu diidentifikasi berinisial N. Namun, polisi masih enggan membeberkan identitas pelaku pemukulan becak tersebut.

Zulpan mengatakan kasus itu bermula ketika reporter GEP dan pengendara sepeda motor Gede N terlibat adu mulut di jalan, yang akhirnya dipukuli dengan pistol.

“Saat korban dan tersangka saling mengendarai sepeda motor, sempat terjadi adu mulut dan kemudian pelaku memukul korban dengan senjata api,” kata Zulpan.

Dari hasil proses arbitrase tersebut, Zulpan mengatakan terlapor bersedia membayar santunan dan biaya pengobatan korban.

Terlapor bersedia membayar biaya pengobatan dan kerugian materil selama pelapor tidak bekerja atas kejadian tersebut,” kata Zulpan.

Ia bahwa kedua belah pihak menganggap masalah ini sudah selesai dan pelapor tidak akan menuntut lagi atas masalah ini.

Namun, Zulpan masih belum mengungkap jenis senjata apa dan dari mana pelaku mendapatkannya.

Kasus ini menjadi viral di media sosial. Video yang viral itu menampilkan pengendara sepeda motor berwarna hijau dengan nomor B-3578-SZX. Mengenakan jaket hitam dan helm, ia terlibat adu mulut dengan seorang pria di depan salah satu kios.

Pengendara sepeda motor terlihat memegang pistol dan kemudian menunjuk seseorang. Setelah itu, pria lain datang dan mencoba untuk campur tangan. Tiba-tiba helm dilempar ke arah pengendara sepeda motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published.