September 27, 2022

 

Kabar Jogja, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan vaksinasi booster untuk meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah penularan Covid-19. 

 

Rencana kegiatan vaksinasi booster Covid-19 di Kota Yogyakarta dilaksanakan bulan Januari  2022. Vaksinasi booster Covid-19 tersebut akan diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia) dahulu.

 

“Rencana tanggal 17 Januari kami mulai kick off yang vaksinasi booster. Tapi prioritas yang lansia dulu karena yang risiko tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani, Jumat (14/1/2022). 

 

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mendata sasaran warga lansia di Kota Yogyakarta yang akan mendapat vaksinasi booster Covid-19. Emma menyebut ada sekitar 24.000 warga lansia yang bisa mendapat suntikan vaksinasi booster di bulan Januari 2022.

 

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta terkait pelaksanaan vaksinasi booster.

 

Dalam pelaksanaan vaksinasi booster di Kota Yogyakarta, calon penerima vaksin booster yaitu lansia akan mendapatkan undangan untuk vaksinasi. 

 

Rencana vaksinasi booster di Kota Yogyakarta akan menggunakan jenis vaksin AstraZeneca. “Sementara ini diundang dulu. Untuk yang minggu ini pakai AstraZeneca,” imbuhnya.

Vaksinasi booster menyasar warga lansia dahulu itu sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait ketentuan pelaksanaan vaksin booster pada Januari 2022. 

 

Surat edaran ini mengatur syarat untuk menerima vaksin booster, seperti harus berusia 18 tahun ke atas, skema prioritas untuk lansia dan penderita masalah kekebalan tubuh (immunocompromised), serta bagi yang telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

 

“Selain lansia, kemudian vaksinasi booster diberikan kepada yang mempunyai penyakit immunocompromised terkait daya tahan tubuh,” ujar Emma. 

 

Ema menyatakan pemberian vaksin booster memang sudah boleh dilakukan. Namun demikian Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan. 

 

Selain itu menyiapkan kelengkapan sarana prasarana dan logistik untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19.

 

“Ketersediaan vaksin ada tidak perlu khawatir. Vaksin cukup. Cuma alat suntiknya yang ada sekarang yang dosis 0,5 dan 0,3 cc karena untuk booster dosis separohnya. Dari pusat juga pengadaan itu. Tapi nanti kami sambil jalan menggunakan alat suntik yang ada dulu,” terang Emma.

 

Dia menjelaskan dosis vaksinasi booster separoh dari dosis vaksinasi pertama. Dicontohkan vaksin dosis pertama 0,5 cc maka vaksin booster AstraZeneca hanya 0,25 cc dan booster vaksin Pfizer 0,15 cc.  

 

Sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan, untuk penerima dosis primer vaksin Sinovac akan diberikan booster setengah dosis vaksin AstraZeneca atau setengah dosis vaksin Pfizer. 

 

Untuk penerima dosis primer AstraZeneca, maka akan diberikan booster setengah dosis vaksin Moderna (0,25 ml) atau setengah dosis vaksin Pfizer. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.